Malam cukup dingin karena baru selesai hujan. Gw lagi bingung mau makan apa karena gw udah bosan dengan tempat makan yang ada di sekitar kos. Akhirnya muter-muter dan ketemulah sate kambing Marem di Setiabudi. Gw mampir karena penasaran dan pengen nyoba. Menu makan malam kali ini adalah 10 sate kambing dan nasi putih. Satenya disajikan di piring lonjong, sedangkan kecap, tomat + bawang, di piring yang terpisah. Daging satenya lembut dan.. cuma itu.

The Original Satay
Perut belum damai karena belum ada pencuci mulut. Gw langsung ingat rekomendasi keponakan gw yang bilang, Snow White Sago-nya Honeymoon Dessert mantap. Maka berangkatlah gw ke Ciwalk naik angkot Kalapa-Ledeng. Tempatnya hampir tutup dan kebetulan lagi ga ada pengunjung. Gw jadinya ga bisa duduk di lantai 2. Si mbak-mbak pegawai bawa menunya. Gw ga milih-milih lagi. Langsung cari tulisan Snow White Sago sekedar pengen lihat bentuknya kayak apa. Aha! Beraneka macam buah rupanya. Tapi kenapa namanya snow white?

The Princess
Pertanyaan terjawab setelah mangkok Snow White Sago terhidang di depan gw. Di bawah potongan buah-buahan yang terdiri dari mangga, pisang, lengkeng, kolang-kaling, dan biji selasih (kayak telor kodok), ada es krim vanilla. Wah.. pas banget waktu gw makan potongan pisang dengan es krim secara bersamaan. Nambah satu deh pilihan di Honeymoon Dessert, selain Durian Pancake (yang sebelumnya gw bilang Durian Dumpling). Untuk informasi buah-buah apa aja yang ada di Snow White Sago gw ga segan-segan langsung nanya sama mas-mas yang bertugas meracik. Makanya di kalimat kedua paragraf ini gw bisa sebutin satu-satu pemerannya siapa aja. Selesai nanya gw pun bayar ke kasir. Rp 24.000 untuk satu mangkok Snow White Sago.
Filed under: Urusan Perut
koh, the princess nya menggugah selera bgt tuuuhhh….sesuai dgn nama nya, gw banget kan?? Hahahaha….
buset, item2nya banyak banget! hiihihihihi…selasih, it is.
betewe, mana page barunya?